Panduan Lengkap Jenis-Jenis Order Forex: Market dan Limit
Dalam market trading valuta asing (forex), berbagai jenis order memiliki fungsi yang berbeda. Sebagai trader, penting untuk memahami semua jenis order forex karena order menentukan aspek utama dalam trading Anda, seperti harga eksekusi, berapa lama order tetap aktif, serta kapan harus keluar dari posisi, dan pertimbangan penting lainnya.
Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari apa itu order forex dan menemukan penjelasan lengkap tentang semua jenis order yang digunakan dalam trading forex. Kita akan mulai dengan market order dan pending order, membahas perbedaan utama antara market dan limit order, lalu berlanjut ke kategori ketiga: time-in-force orders. Terakhir, Anda akan menemukan berbagai tools manajemen risiko forex yang penting untuk melindungi trading Anda.
Apa Itu Order Forex?
Dalam trading forex, order adalah instruksi yang diberikan trader kepada broker atau platform trading untuk membuka atau menutup posisi berdasarkan kondisi tertentu. Order ini membantu mengotomatiskan eksekusi transaksi sesuai dengan level harga, waktu, atau preferensi manajemen risiko.
Order forex terbagi ke dalam tiga kategori utama, yang masing-masing menawarkan alat berbeda untuk membantu mengelola transaksi secara efektif:
- Market Orders:
- Buy Market Order → Order beli pada harga market saat ini
- Sell Market Order → Order jual pada harga market saat ini
- Pending Orders:
- Sell Limit → Order jual pada harga lebih tinggi dari harga saat ini
- Buy Limit → Order beli pada harga lebih rendah dari harga saat ini
- Buy Stop → Order beli saat harga naik menembus level tertentu
- Sell Stop → Order jual saat harga turun menembus level tertentu
- Time-in-Force Orders (TIF):
- OCO Order (One Cancels the Other) → Dua order terkait, satu dibatalkan jika yang lain tereksekusi
- GTC Order (Good Till Cancelled) → Order tetap aktif sampai dibatalkan
- IOC Order (Immediate or Cancel) → Dieksekusi segera, sisanya dibatalkan
- FOK Order (Fill or Kill) → Harus tereksekusi penuh atau langsung dibatalkan
- GTT Order (Good Till Time) → Aktif sampai waktu tertentu
- Bracket Order → Order dengan take profit dan stop loss otomatis
- Stop-Limit Order → Order stop yang berubah menjadi limit order setelah harga tercapai
Sekarang setelah kita membahas kategori-kategori order forex, mari kita pelajari lebih detail masing-masingnya, dimulai dari yang pertama: market order.
Apa Itu Market Order?
Market order adalah instruksi yang diberikan investor kepada broker untuk membeli atau menjual instrumen keuangan secara langsung pada harga market terbaik yang tersedia saat itu. Ini adalah jenis order yang paling sederhana dan paling cepat dieksekusi.
Karakteristik utama market order adalah menjamin eksekusi, tetapi tidak menjamin harga. Jenis order ini sering menjadi pilihan utama trader karena eksekusinya sangat cepat dan biasanya dilakukan pada harga yang sangat dekat dengan harga terakhir di market.
Apa Itu Buy Market Order?
Buy market order adalah instruksi dari trader kepada broker untuk membeli pasangan mata uang pada harga market saat ini (ask) dan dieksekusi secara instan.
Pertanyaan umum dari pemula adalah: dengan banyaknya jenis order forex, mengapa harus menggunakan buy market order? Mari kita bahas di bagian berikutnya.
Mengapa Menggunakan Buy Market Order?
Trader menggunakan buy market order ketika mereka yakin harga akan naik dan ingin masuk market segera tanpa menunggu harga tertentu. Prioritas utama mereka adalah masuk posisi secepat mungkin.
Buy market order sering digunakan saat trading di market dengan likuiditas tinggi, di mana selisih antara harga bid dan ask sangat kecil. Selain itu, saat memanfaatkan berita market yang mendesak, buy market order diperlukan agar eksekusi terjadi tanpa penundaan.
Contoh:
Misalnya, kita menempatkan buy market order pada EUR/USD di harga 1.1577. Jika harga naik dan kita keluar di 1.1600, maka kita memperoleh keuntungan sebesar 23 pips. Dalam kasus ini, kita masuk market pada harga terbaik yang tersedia saat itu.
Bagaimana Cara Kerja Buy Order?
- Buka Platform Trading (MT4/MT5):
Unduh MetaTrader 4 atau MetaTrader 5 dan masuk ke akun trading live atau demo Anda. Pastikan platform terhubung ke internet dan tersinkronisasi dengan server broker untuk mendapatkan data market secara real-time.

- Pilih Instrumen Trading:
Buka jendela Market Watch, lalu klik kanan pada pasangan mata uang yang Anda inginkan.
Contoh:
EUR/USD, kemudian jendela eksekusi order untuk pasangan mata uang tersebut akan terbuka seperti pada tampilan berikut.

- Pilih “Market Execution” sebagai Jenis Order:
Di jendela order, pada bagian Order Type, pastikan memilih “Market Execution” (biasanya sudah menjadi opsi default). Ini memungkinkan Anda membuka buy market order, artinya transaksi akan dieksekusi langsung pada harga terbaik yang tersedia.

- Atur Lot Size:
Masukkan volume (ukuran lot) yang ingin Anda tradingkan.
Contoh:
0.10 berarti mini lot, setara dengan 10.000 unit mata uang dasar. Pilih ukuran lot sesuai dengan saldo akun dan strategi manajemen risiko Anda.

- Klik “Buy by Market”:
Klik tombol “Buy by Market” untuk langsung menempatkan order beli. Order akan dieksekusi pada harga Ask saat ini, yaitu harga terendah yang bersedia diterima oleh penjual.

- Konfirmasi Transaksi:
Kotak atau pesan konfirmasi akan muncul, menampilkan harga masuk, volume, dan nomor order Anda. Anda sekarang dapat melihat posisi terbuka Anda di tab Trade pada jendela Terminal.

Sekarang setelah Anda memahami cara kerja buy market order, mari lanjut ke sell market order.
Apa Itu Sell Market Order?
Sell market order adalah instruksi untuk menjual pasangan mata uang pada harga market saat ini (bid). Order ini dieksekusi secara instan dan merupakan cara tercepat untuk menjual pada harga market.
Mengapa Menggunakan Market Sell Orders?
Jenis order ini memastikan eksekusi langsung pada harga bid terbaik yang tersedia di market, sehingga ideal digunakan dalam kondisi market yang bergerak cepat atau volatil. Berikut adalah alasan utama trader menggunakan market sell order:
- Ketika market bergerak berlawanan dengan posisi, trader cenderung menjual secara instan untuk membatasi kerugian lebih lanjut.
- Trader yang mengikuti strategi momentum atau pembalikan tren mungkin menjual dengan cepat untuk memanfaatkan penembusan atau pembalikan arah harga.
- Selama peristiwa ekonomi yang tak terduga, trader dapat menggunakan market sell order untuk bereaksi cepat sebelum harga bergerak lebih jauh.
Seperti dijelaskan, ini bukan sekadar order jual; market sell order juga dapat digunakan untuk melindungi posisi terbuka lainnya atau memanfaatkan berita ekonomi mendadak.
Bagaimana Cara Kerja Sell Orders?
Anda menempatkan market sell order melalui broker, dan order tersebut akan dieksekusi secara otomatis pada harga bid tertinggi yang tersedia dari pembeli. Anda tidak menentukan harga, hanya ukuran lot yang ingin dijual.
Langkah-langkahnya sama seperti buy market order; cukup klik “Sell by Market” di platform Anda untuk langsung membuka posisi short.
- Pilih “Market Execution” sebagai jenis order.
- Atur Lot Size sesuai dengan saldo akun dan strategi manajemen risiko Anda.
- Klik “Sell by Market” untuk menempatkan order jual secara instan.
- Konfirmasi Transaksi: Kotak atau pesan konfirmasi akan muncul, menampilkan harga masuk, volume, dan nomor order. Anda kini dapat melihat posisi terbuka di tab Trade pada jendela Terminal.

Sekarang setelah Anda memahami apa itu market order dan cara kerjanya, mari beralih ke jenis order forex kedua, yaitu pending orders, dan pahami apa itu.
Apa Itu Pending Orders?
Dalam trading forex, pending orders adalah instruksi yang Anda berikan kepada broker untuk mengeksekusi transaksi di waktu mendatang, ketika harga market mencapai level tertentu yang telah Anda tentukan. Berbeda dengan market order yang dieksekusi langsung pada harga saat ini, pending orders memungkinkan Anda merencanakan transaksi заранее, sehingga ideal bagi trader yang ingin mengotomatisasi entry tanpa harus terus memantau market.
Ada empat jenis utama pending orders, masing-masing untuk skenario trading yang berbeda:
- Sell Limit
- Buy Limit
- Buy Stop
- Sell Stop
Masing-masing akan dijelaskan secara rinci pada bagian berikut, termasuk cara dan alasan penggunaannya dalam strategi trading Anda.
Apa Itu Sell Limit Order?
Sell limit order adalah perintah untuk menjual instrumen pada harga tertentu atau lebih tinggi. Berbeda dengan market order yang dieksekusi langsung pada harga terbaik yang tersedia, limit order menjamin harga tetapi tidak menjamin eksekusi.
Mengapa Menggunakan Sell Limit Order?
- Memungkinkan Anda menetapkan harga tertentu di atas harga market saat ini untuk mengunci keuntungan saat harga mencapai target tanpa menjual terlalu cepat.
- Melindungi Anda dari eksekusi pada harga yang lebih rendah dari yang diinginkan, terutama saat terjadi penurunan market secara tiba-tiba.
- Anda tidak perlu terus memantau market — cukup tetapkan target dan biarkan platform mengeksekusi order secara otomatis saat harga tercapai.
- Jika Anda bersedia menunggu harga yang lebih baik dan yakin market akan mencapai level tersebut, sell limit order memungkinkan Anda menjual sesuai keinginan Anda.
Bagaimana Cara Kerja Sell Limit Order?
Anda menetapkan harga limit untuk aset yang ingin dijual. Order hanya akan dieksekusi jika harga market naik hingga mencapai atau melewati harga limit tersebut. Order akan tetap aktif sampai tereksekusi, dibatalkan, atau kedaluwarsa. Berikut langkah-langkah memasang sell limit order di MT4/MT5:
- Buka jendela order di MT4:
Klik kanan pada pasangan mata uang yang Anda inginkan di Market Watch, lalu pilih New Order.
- Atur jenis order:
Ubah tipe dari Market Execution menjadi Pending Order, kemudian pada menu Pending Order Type, pilih Sell Limit seperti berikut:

- Masukkan Detail Trading:
- Volume: Tentukan ukuran lot Anda.
- Price: Masukkan harga limit di atas harga market saat ini di mana sell order akan dipicu.
- Stop Loss & Take Profit: (Opsional) Atur level manajemen risiko Anda.
- Expiry: (Opsional) Tentukan waktu kedaluwarsa jika Anda tidak ingin order tetap terbuka tanpa batas waktu.
- Pasang Order:
Klik “Place” untuk mengonfirmasi Sell Limit Order.
- Cek Tab Trade:
Order Anda akan muncul di tab “Trade” di bagian bawah MT4 sebagai pending order yang menunggu harga tercapai.
Apa Itu Buy Limit Order?
Buy limit order adalah instruksi untuk membeli aset pada harga tertentu atau lebih rendah. Order ini memastikan Anda tidak membeli di atas harga yang telah ditentukan, namun tidak menjamin eksekusi. Harga market harus mencapai level limit agar order dapat tereksekusi.
Mengapa Menggunakan Buy Limit Order?
- Menjamin harga beli: Buy limit order memastikan eksekusi terjadi pada atau di bawah harga yang Anda tetapkan.
- Membeli di bawah harga market saat ini: Jenis order ini memungkinkan Anda memasang order beli di bawah level market saat ini, dengan tujuan masuk saat harga turun ke titik masuk yang diinginkan.
- Memanfaatkan koreksi harga: Banyak trader menggunakan buy limit order untuk menangkap penurunan harga (pullback) tanpa harus terus memantau market.
- Mendukung disiplin trading: Dengan menetapkan target harga sejak awal, Anda dapat menghindari keputusan emosional atau impulsif.
Sekarang setelah Anda memahami alasan trader menggunakan buy limit order, mari kita lihat cara memasangnya di platform MT4.
Bagaimana Cara Kerja Buy Limit Order?
Seperti yang telah dijelaskan pada langkah-langkah memasang Sell Limit Order, proses untuk Buy Limit Order hampir sama, dengan beberapa perbedaan utama berikut:
- Pilih pasangan mata uang
Dari panel Market Watch, klik kanan pada instrumen yang ingin Anda tradingkan lalu pilih “New Order.”
- Ubah tipe order ke “Pending Order”
Di jendela order, ubah bagian “Type” dari Market Execution menjadi Pending Order.
- Pilih “Buy Limit” dari dropdown
Pada menu Pending Order Type, pilih Buy Limit.
- Atur harga masuk (limit price)
Masukkan harga di bawah harga market saat ini tempat Anda ingin buy order dieksekusi. Tentukan ukuran lot dan (opsional) Stop Loss/Take Profit serta waktu kedaluwarsa.
- Klik “Place”
Klik “Place” untuk mengaktifkan Buy Limit Order.
Sekarang setelah kita memahami Sell Limit dan Buy Limit order, penting juga untuk mengenal jenis pending order lainnya. Mari kita lanjut ke: Apa itu Buy Stop Order?
Apa Itu Buy Stop Order?
Buy stop order adalah jenis pending order untuk membeli pada harga di atas harga market saat ini, yang digunakan untuk masuk posisi buy saat terjadi breakout resistance. Ketika market mencapai harga yang Anda tentukan, buy stop akan berubah menjadi market order dan dieksekusi pada harga terbaik yang tersedia.
Mengapa Menggunakan Buy Stop Order?
- Sebagai sinyal masuk saat breakout resistance: Buy stop dapat digunakan untuk membeli saat harga menembus level resistance tertentu, sebagai konfirmasi momentum naik.
- Mengelola risiko pada posisi short: Buy stop bisa berfungsi sebagai protective stop-loss untuk posisi short, dengan memicu buy jika market bergerak berlawanan.
- Otomatis masuk market tanpa harus terus memantau: Anda dapat memasang buy stop agar order dieksekusi otomatis ketika harga tercapai.
- Menghindari keputusan emosional: Entry dilakukan secara otomatis hanya saat momentum bullish terkonfirmasi.
Dengan manfaat ini, mari kita lihat bagaimana cara kerja buy stop order.
Bagaimana Cara Kerja Buy Stop Order?
- Buy stop order ditempatkan di atas harga market saat ini. Order ini hanya akan terpicu jika harga naik hingga atau melewati level yang Anda tentukan, dan sering digunakan ketika trader memperkirakan akan terjadi breakout di atas level resistance.
- Di platform MT4, pilih “Pending Order” dari dropdown tipe order.
Pilih “Buy Stop.” - Masukkan detail trading:
- Price: Masukkan harga di atas harga market saat ini tempat order akan terpicu.
- Volume: Tentukan ukuran lot.
- Stop Loss & Take Profit: (Opsional) Atur level manajemen risiko.
- Expiry: (Opsional) Tentukan waktu kedaluwarsa jika Anda tidak ingin order tetap terbuka tanpa batas waktu.

Sekarang setelah Anda memahami cara menempatkan buy stop order, mari kita beralih ke kebalikannya dan jenis pending order terakhir: sell stop order.
Apa Itu Sell Stop Order?
Sell Stop order adalah pending order untuk menjual instrumen pada harga di bawah harga market saat ini. Ketika market mencapai level tersebut, Sell Stop akan berubah menjadi market order dan dieksekusi pada harga terbaik yang tersedia. Order ini digunakan untuk masuk posisi short saat terjadi breakdown (harga menembus level support).
Mengapa Menggunakan Sell Stop Order?
- Masuk breakout untuk posisi short: Anda mengantisipasi pergerakan turun jika harga jatuh di bawah level support. Sell Stop memungkinkan Anda masuk posisi short langsung saat breakout, bukan saat retracement.
- Hedging / stop loss untuk posisi long: Jika Anda memiliki posisi buy dan ingin membatasi kerugian saat harga turun, Anda dapat menempatkan Sell Stop di bawah harga saat ini agar posisi terpicu otomatis ketika muncul tanda-tanda pelemahan.
- Manajemen risiko otomatis: Menetapkan harga tertentu untuk mengeksekusi posisi downside tanpa perlu terus memantau layar.
Perbedaan Utama | Limit Orders vs Market Orders:
| Fitur | Market Order | Pending/limit Order |
| Kecepatan Eksekusi | Langsung, secepat mungkin | Tidak dijamin; tergantung apakah harga market mencapai level yang Anda tentukan. |
| Jaminan Harga | Tidak. Order dieksekusi pada harga terbaik yang tersedia saat itu dan bisa berubah. | Ya. Order dieksekusi pada harga yang Anda tentukan atau lebih baik. |
| Jaminan Eksekusi | Ya. Order dijamin tereksekusi. | Tidak. Tidak ada jaminan order akan tereksekusi jika harga tidak pernah mencapai level yang ditentukan. |
| Tujuan Utama | Mengutamakan eksekusi cepat. Cocok untuk transaksi mendesak atau sensitif waktu. | Mengutamakan kontrol harga. Cocok untuk menetapkan harga target masuk atau keluar. |
| Risiko | Bisa mendapatkan harga kurang menguntungkan, terutama pada market sepi atau volatil. | Bisa kehilangan peluang jika harga bergerak menjauh dari level yang ditentukan. |
| Penempatan Order | Ditempatkan pada harga terbaik yang tersedia; Anda hanya menentukan ukuran lot. | Ditempatkan pada harga spesifik yang Anda pilih (atau lebih baik). |
| Kegunaan Terbaik | Menutup posisi rugi dengan cepat, masuk market saat ada breaking news, atau trading instrumen sangat likuid. | Mengunci target profit, membeli saat harga turun ke level tertentu, atau menjual di harga target. |
Sekarang setelah kita membahas semua yang perlu Anda ketahui tentang market order dan pending order, mari beralih ke order forex tingkat lanjut dan memahami apa itu time-in-force order untuk menguasai seluruh jenis order forex.
Apa Itu Time-In-Force (TIF) Orders?
Time-in-force (TIF) order menunjukkan berapa lama sebuah order tetap aktif di market sebelum dieksekusi atau kedaluwarsa. Instruksi ini penting untuk mengelola eksekusi transaksi berdasarkan sensitivitas waktu, kondisi market, dan strategi trading.
Order ini bukan jenis transaksi itu sendiri, melainkan kondisi yang melekat pada order, dan terutama digunakan untuk kontrol, otomatisasi, serta presisi eksekusi yang lebih tinggi. Biasanya, order ini memerlukan penggunaan Expert Advisors (EA) untuk mengotomatisasi eksekusi dan menghubungkan beberapa order sekaligus.
OCO Order (One Cancels the Other):
Sepasang order di mana jika salah satu tereksekusi, order lainnya otomatis dibatalkan.
Kegunaan:
- Cocok untuk trading breakout atau reversal, misalnya menempatkan buy stop di atas resistance dan sell stop di bawah support.
- Jenis ini memerlukan EA karena bukan sekadar menempatkan dua pending order, tetapi menghubungkannya sehingga saat satu order terpicu, order lainnya langsung dibatalkan.
GTC Order (Good Till Cancelled):
Tetap aktif sampai trader membatalkannya secara manual atau order tersebut tereksekusi sepenuhnya. Bisa digunakan pada berbagai jenis order seperti limit dan stop order, sehingga strategi dapat berjalan dalam jangka waktu lebih lama tanpa harus terus memantau market.
Kegunaan:
- Ideal jika Anda ingin order tetap aktif lebih dari satu sesi trading.
- Tidak memerlukan EA untuk menggunakan GTC order. MT4/MT5 sudah mendukungnya. Saat Anda menempatkan pending order (Buy Limit, Sell Limit, Buy Stop, atau Sell Stop), order tersebut akan tetap aktif tanpa batas waktu hingga tereksekusi, dibatalkan secara manual, atau kedaluwarsa jika Anda menetapkan waktu kedaluwarsa.
IOC Order (Immediate or Cancel):
Instruksi time-in-force yang mengharuskan order dieksekusi segera. Bagian order yang tidak dapat terpenuhi saat itu juga akan langsung dibatalkan secara otomatis.
Kegunaan:
- Paling cocok untuk market yang bergerak cepat, di mana eksekusi sebagian dapat diterima, tetapi menunggu tidak memungkinkan.
- Memerlukan EA (Expert Advisor) khusus untuk mengotomatisasi kondisi ini.
FOK Order (Fill or Kill):
Instruksi time-in-force yang sangat ketat, di mana order harus terisi بالكامل dan segera, atau langsung dibatalkan. Tidak ada eksekusi sebagian yang diperbolehkan.
Kegunaan:
- Berguna bagi trader yang membutuhkan eksekusi penuh pada harga tertentu dan tidak dapat menerima sebagian saja.
- Memerlukan EA karena tidak didukung secara default di MT4/MT5.
GTT Order (Good Till Time):
Mirip dengan GTC, tetapi order akan otomatis kedaluwarsa pada tanggal dan waktu tertentu jika belum tereksekusi.
Kegunaan:
- Ideal untuk strategi yang terkait dengan peluang berbasis waktu atau rilis berita.
- Namun, memerlukan EA karena tidak didukung secara native di MT4/MT5.
Bracket Order:
Alat manajemen risiko otomatis yang menempatkan dua order bersyarat di sekitar posisi yang sudah ada. Biasanya mencakup stop-loss (untuk membatasi kerugian) dan take-profit (untuk mengamankan keuntungan), yang keduanya akan aktif otomatis. Saat salah satu order tereksekusi, order lainnya akan dibatalkan.
Kegunaan:
- Sangat efektif untuk mengatur exit otomatis dengan parameter risiko dan imbal hasil yang terkontrol.
- Memerlukan EA atau tools pihak ketiga untuk logika bracket yang tepat.
Stop-Limit Order:
Order hybrid yang menggabungkan stop order dan limit order. Saat harga stop tercapai, order akan memicu limit order untuk beli atau jual, bukan market order. Ini memberi kontrol harga, tetapi dengan risiko limit order tidak terisi.
Kegunaan:
- Membantu menghindari slippage dengan memungkinkan Anda menentukan harga minimum/maksimum yang bersedia diterima setelah level pemicu tercapai.
- Tidak tersedia secara bawaan di MT4/MT5; memerlukan EA atau plugin khusus.
Sekarang setelah kita selesai membahas seluruh jenis forex order dan merangkum hal-hal penting yang perlu Anda ketahui, Anda sudah siap untuk menguasai penggunaannya dalam perjalanan trading Anda. Selanjutnya, mari kita pelajari alat manajemen risiko utama yang berjalan seiring dengan forex order dan sangat penting untuk kesuksesan trading.
Apa Itu Alat Manajemen Risiko?
Manajemen risiko yang efektif adalah bagian penting dalam menggunakan forex order secara bijak. Berikut tiga alat utama yang perlu dipahami setiap trader:
- Stop-Loss: Order yang secara otomatis menutup posisi Anda ketika market bergerak berlawanan dengan arah trading Anda hingga level tertentu. Ini membantu membatasi potensi kerugian.
- Take-Profit: Order yang mengamankan keuntungan dengan menutup posisi saat harga mencapai level target yang telah ditentukan.
- Trailing Stop-Loss: Stop-loss dinamis yang menyesuaikan diri dengan pergerakan market, memungkinkan profit terus berjalan sambil tetap melindungi dari risiko penurunan.









